Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Makna Penting Kerja Sama Serta Unsur-Unsurnya Dalam Kehidupan

Makna-Penting-Kerja-Sama-Serta-Unsur-Unsurnya-Dalam-Kehidupan

Sijenius.com – Dalam kehidupan sosial kerja sama merupakan hal yang sangat sering kita kerjakan, karena tanpa adanya bantuan dari orang lain mustahil bagi kita untuk menjalankan kehidupan sosial tersebut. Namun, tahukah kalian makna penting serta unsur-unsur apa saja yang terkandung dalam kerja sama tersebut. Nah, penasarankan?, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Kerja Sama?


Kerja sama berasal dari Bahasa inggris yaitu “cooperate, cooperation, atau cooperative”. Sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah bekerja sama atau kerja sama. Adapun pengertian kerja sama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama sering disebut dengan gotong-royong. 

Kerja sama sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial manusia penuh dengan keterbatasan. Dengan keterbatasan tersebut manusia tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya tanpa adanya bantuan dari orang lain. Manusia akan merasa memiliki arti ketika berada disekeliling manusia lain. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, kerja sama sebagai dampak dari interaksi manusia diperlukan untuk terciptanya kehidupan yang harmonis.

Di Indonesia sendiri terdapat beragam istilah kerja sama yang sesuai dengan adat istiadat, budaya, dan daerah masing-masing seperti subak (Bali), gugur gunung (Yogyakarta), Sambatan (Jawa Tengah), Mapalus (Minahasan), ammosi (Sulawesi Selatan), manunggal sakato (Sumatera Barat), siadapari (Sumatera Utara), dan masih banyak lagi istilah-istilah kerja sama lainnya. Nah, tentunya sobat semua sudah tahu kan istilah kerja sama apa yang sering digunakan di daerah kalian.

Makna Kerja Sama menurut para ahli


Untuk mendapatkan penjelasan mengenai pengertian kerja sama yang lebih jelas, mari kita perhatikan pendapat para ahli berikut ini:
  1. Basrowi (2005), kerja sama adalah suatu proses sosial dengan aktivitas tertentu di dalamnya yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling tolong-menolong dan saling memahami aktivitas masing-masing.
  2. Pamudji, kerja sama adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan melakukan interaksi antar sesama demi mencapai tujuan yang dinamis. Menurut Pamudji ada tiga unsur yang terkandung dalam kerja sama yaitu pelaku kerja sama, interaksi antar individu, dan tujuan yang sama.
  3. Soerjono Soekanto (2006), menyatakan bahwasanya kerja sama merupakan suatu bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Pendapat tersebut sudah jelas mengatakan bahwa kerja sama merupakan bentuk hubungan antar beberapa pihak yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama.
Nah, berdasarkan makna kerja sama yang telah dijelaskan oleh para ahli di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kerja sama adalah bentuk hubungan antara manusia yang satu dengan manusia lainnya yang saling berinteraksi dan saling menguntungkan demi mencapai tujuan bersama. Berdasarkan hal tersebut, maka prinsip-prinsip dalam kerja sama ada 3 yaitu:
  1. Berorientasi pada tercapainya tujuan yang baik
  2. Memerhatikan kepentingan bersama
  3. Saling menguntungkan

Bentuk-Bentuk Kerja Sama


Menurut Soejono Soekanto (2006) ada lima bentuk kerja sama jika dilihat dari pelaksanaannya yaitu kerukunan, bargaining, kooptasi, koalisi, dan joint venture. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan uraian berikut:

1. Kerukunan


Kerukunan merupakan bentuk kerja sama yang sering dijumpai dalam masyarakat yang bentuknya sederhana.

Contohnya:
  • Saling membantu dengan cara bergotong-royong jika ada tetangga yang rumahnya rusak atau roboh akibat terkena bencana.
  • Bekerja sama memperbaiki jembatan yang rusak di desa

2. Bergaining


Bargaining merupakan pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

Contohnya:
  • Tawar-menawar disaat pembelian barang yang terjadi antara pembeli dan penjual.
  • Penentuan harga saat membeli barang, misalnya membeli computer, TV, motor, dan lain sebagainya.

3. Kooptasi


Kooptasi merupakan suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dalam suatu organisasi.

Contohnya:
  • Menerima pendapat orang lain dengan perasaan penuh lapang dada.
  • Pemerintahan membuat peraturan tentang pembentukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menangani masalah korupsi.

4. Koalisi


Koalisi merupakan kerja sama yang dilakukan oleh dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

Contohnya:
  • Kerja sama antara pemerintah dan lembaga perwakilan rakyat (DPR) dalam membuat peraturan perundang-undangan.
  • Kerja sama dua partai atau lebih untuk memenangkan pemilihan umum.

5. Joint Venture


Joint venture merupakan kerja sama yang dilakukan oleh beberapa perusahaan untuk menyelesaikan proyek tertentu.

Contohnya:
  • Dua perusahaan yang melakukan kerja sama untuk meningkatkan hasil produksi.
  • Dua perusahaan melakukan kerja sama dalam penjualan hasil produksi. Misalnya perusahaan A yang memproduksi benang bekerja sama dengan perusahaan B yang menghasilkan baju.
Sedangkan menurut M Taufan (2017) berdasarkan tempat terjadinya kerja sama dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu kerja sama primer, dan kerja sama sekunder.
  1. Kerja sama primer, merupakan kerja sama yang terjadi dalam kelompok primer yaitu keluarga. Dimana pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama ini adalah setiap orang yang terdapat dalam lingkungan keluarga. Misalnya, kakek, nenek, ayah, ibu, anak-anak, dan pembantu rumah tangga.
  2. Kerja sama sekunder, merupakan kerja sama yang terjadi dalam kelompok sekunder yaitu kelompok yang terdapat diluar lingkungan keluarga. Misalnya organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi.

Unsur-Unsur Dalam Kerja Sama


Kerja sama akan timbul apabila orang-orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama merupakan fakta-fakta penting dalam kerja sama.

Kerja sama tidak akan muncul ketika setiap orang tidak mempunyai kepentingan yang sama. Ketika masing-masing orang memiliki kepentingan yang berbeda, maka kesadaran untuk saling bekerja sama tidak akan muncul. Namun, ketika beberapa orang mempunyai kepentingan yang sama maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut menjadikan orang-orang tersebut menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.

Menurut J.B. Chitambar (dalam sajugyo, 1992) ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya kerja sama yaitu:
  1. Motivasi pribadi, yang berarti tujuan-tujuan pribadi dihimpun dalam usaha-usaha bersama untuk mencapainya.
  2. Kepentingan umum, yaitu kepentingan umum atau bersama berdasarkan tujuan yang dianggap bernilai tinggi dapat pula memberi motivasi kepada orang-orang atau kelompok-kelompok dan organisasi untuk bekerja sama.
  3. Motivasi altruistik, yaitu motivasi yang bersumber dari keinginan seseorang untuk menolong pihak lain kerena panggilan hati, misalya kelompok sukarela yang berniat menolong suatu pihak yang memerlukan bantuan.
  4. Tuntutan situasi, misalnya karena adanya musibah banjir, membuat orang-orang tergerak untuk menanggulanginya.

Demikianlah informasi singkat mengenai makna penting kerjasama serta unsur-unsurnya dalam kehidupan. Semoga artikel diatas dapat membantu sobat dalam memahami makna penting yang terkandung dalam kerja sama. Cukup sekian semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.
Muhammad Furqan
Muhammad Furqan Mahasiswa Keperawatan | Website Designer | Vidio Editor