Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Biografi, Ciri-Ciri, Struktur, Unsur, dan Jenis Biografi

Sijenius.com – Halo sobat jenius, pernahkah kalian membaca biografi seseorang?. Tentunya sudah pernah kan, apalagi biografi tentang orang yang sangat kalian kagumi, pastinya kalian akan mencari tahu tentang orang tersebut, seperti nama lengkapnya, tanggal lahirnya, dan riwayat hidupnya. Namun tahukah kalian bagaimana penulisan dari sebuah biografi tersebut, apa saja struktur dan unsur yang harus dimiliki. Nah, penasarankan?, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Biografi, Ciri-Ciri, Struktur, Unsur, dan Jenis Biografi
Biografi 

Pengertian Biografi


Istilah biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dan graphien yang berarti tulis. Dengan demikian dapat dikatakan biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Secara sederhana biografi dapat dikatakan sebagai sebuah kisah tentang riwayat hidup seseorang. Menurut Kemendikbud (2014) biografi merupakan sebuah teks yang mengisahkan tokoh atau pelaku, peristiwa, dan masalah yang dihadapinya. 

Baca Juga: Pengertian Kalimat Aktif dan Pasif, Ciri-Ciri, Jenis, Serta Contohnya

Sedangkan menurut Toyidin (2013) biografi adalah riwayat hidup seseorang atau tokoh yang ditulis oleh orang lain. Biasanya pembaca yang membaca biografi orang lain ingin mengetahui ideologinya, kehidupannya, perjuangannya, dan hal lain mengenai orang tersebut. Biografi sendiri dapat berbentuk hanya beberapa baris kalimat saja, namun biografi tersebut dapat melebihi satu buku. Biografi yang singkat hanya menjelaskan tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang serta peran pentingnya. Sedangkan biografi yang panjang menjelaskan berbagai informasi yang bersifat penting namun diceritakan dengan lebih mendetail serta dituliskan dengan gaya cerita yang baik.

Ciri-Ciri Biografi


Berikut ini adalah ciri-ciri dari teks biografi, antara lain yaitu:
  • Teks biografi terdiri atas beberapa struktur, yaitu orientasi, peristiwa/masalah, dan reorientasi.
  • Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi.
  • Faktanya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut diteladani.
Ada 4 hal yang dapat memudahkan kita untuk memahami teks biografi, yaitu:
  • Judul biografi.
  • Hal menarik dan mengesankan yang ditampilkan dalam kehidupan tokoh.
  • Hal mengagumkan dan mengaharukan yang muncul dalam kehidupan tokoh.
  • Hal yang dapat dicontoh dari kehidupan tokoh.

Struktur Teks Biografi


Seperti halnya teks yang lain, tentunya teks biografi memiliki strukturnya sendiri, berikut ini struktur teks biografi:
  • Orientasi, yaitu bagian yang menjelaskan tentang pengenalan tokoh, yang berisi gambaran awal tentang tokoh yang diceritakan dalam biografi tersebut.
  • Peristiwa dan Masalah, yaitu bagian yang berisi tentang sebuah peristiwa atau kejadian yang pernah terjadi atau dialami oleh seseorang. Bagian peristiwa dan masalah juga memuat tentang masalah yang pernah dihadapinya dalam mencapai tujuan serta cita-citanya. Berbagai hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan yang pernah dialami tokoh juga diuraikan dalam bagian ini.
  • Reorientasi, yaitu bagian penutup yang berisi tentang pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan tersebut. Reorientasi bersifat opsional, yang artinya bagian ini boleh ada atau tidak.

Unsur Kebahasaan Teks Biografi


Menurut Kemendikbud tahun 2014 di dalam teks biografi terdapat unsur kebahasaan atau ciri bahasa, seperti halnya jenis teks yang lain. Unsur kebahasaan yang terkandung dalam teks biografi adalah kata hubung, kata rujukan, kata kerja, dan kata yang menyatakan urutan waktu berikut ini unsur-unsur kebahasaan yang terkandung dalam teks biografi.

1. Kata Hubung


Kata hubung atau kata sambung merupakan kata yang berfungsi sebagai penghubung anatara satu kata dan kata lain dalam satu kalimat. Selain itu, kata hubung juga berfungsi untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
  • Kata hubung disebut konjungsi intrakalimat apabila kata hubung tersebut berfungsi sebagai penghubung kata dalam satu kalimat, seperti dan, tetapi, lalu, kemudian.
  • Kata hubung disebut konjungsi antarkalimat, apabila kata hubung tersebut berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain, misalnya akan tetapi, meskipun demikian, oleh karena itu.
Apabila dilihat berdasarkan perilakunya di dalam kalimat, kata hubung intrakalimat yang menjadi ciri teks biografi dapat dikelompokkan menjadi kata hubung koordinatif, kata hubung korelatif, dan kata hubung subordinatif.
  • Kata hubung koordinatif, yaitu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya, misalnya dan, serta, tetapi.
  • Kata hubung korelatif, yaitu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang memiliki kedudukan yang sama, biasanya dipisahkan oleh salah satu kata atau frasa, contohnya sedemikian rupa sehingga, bukannya..., melainkan
  • Kata hubung subordinatif, yaitu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang yang memiliki kedudukan yang tidak sama, contohnya agar, biar, supaya.

2. Kata Rujukan


Kata rujukan merupakan sebuah kata yang merujuk pada kata lain yang telah diungkapkan sebelumnya. Kata rujukan dapat dibedakan menjadi beberapa, seperti berikut ini.
  • Kata rujukan benda, yaitu: ini, itu, tersebut.
  • Kata rujukan tempat, yaitu: di sini, di situ, dan di sana.
  • Kata rujukan orang atau yang diperlakukan seperti orang, yaitu: dia, ia, mereka, beliau.

3. Kata Kerja


Kata kerja merupakan kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman. Kata kerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

Kata Kerja Transitif


Kata kerja transitif ialah kata yang membutuhkan objek dalam struktur kalimatnya.
Contoh: Dian menendang bola di lapangan.
Kata bola pada kalimat tersebut memiliki kedudukan sebagai objek, tanpa adanya objek kalimat tersebut tidak akan sempurna.

Kata Kerja Intransitif


Kata kerja intransitif ialah kata yang tidak membutuhkan objek dalam struktur kalimatnya.
Contoh: Andi berdiri di depan pintu.

Kata Yang Menunjukkan Urutan Waktu


Kata yang menunjukkan urutan waktu merupakan kata yang memaparkan kejadian atau peristiwa degan waktu yang runtut. Pola urutan waktu ditentukan juga oleh urutan peristiwa.
Contoh: Pada tahun 1922 tepatnya tanggal 3 Juli Ki Hajar Dewantara bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, yaitu Perguruan Nasional Taman Siswa (National Onderwijs Institut Taman Siswa).

Jenis-Jenis Biografi


Biografi dapat dilihat dari beberapa sisi yaitu sisi penulis, isi, persoalan yang dibahas, dan berdasarkan penerbitnya. Berikut ini jenis-jenis biografi:

1. Berdasarkan Sisi Penulis


Dilihat dari sisi penulis, biografi dapat dibagi menjadi dua, yaitu autoiografi dan biografi. Autobiografi ialah perjalanan hidup yang ditulis sendiri oleh tokoh yang tercatat perjalanan hidupnya sedangkan biografi ialah perjalanan hidupnya yang ditulis oleh orang lain. Berdasarkan izin penulisannya biografi dibagi menjadi dua yaitu:
  • Authorized biography, ialah biografi yang penulisannya seizin atau sepengetahuan tokoh didalamnya.
  • Unauthorized biography, yaitu biografi yang ditulis seseorang tanpa sepengetahuan atau izin dari tokoh di dalamnya (karena telah wafat).

2. Berdasarkan Isinya


Jika dilihat dari sisi isinya biografi dapat dibagi menjadi dua, yaitu biografi perjalanan hidup dan biografi perjalanan karir. Biografi perjalanan hidup merupakan biografi yang berisi perjalanan hidup lengkap atau sebagian paling berkesan. Sedangkan biografi perjalanan karir merupakan biografi yang berisi perjalanan kariri dari awa karir hingga karir terbaru, atau sebagian perjalanan karir dalam mencapai sukses tertentu.

3. Berdasarkan Persoalan Yang Dibahas


Jika dilihat berdasarkan persoalan yang dibahas biografi dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Biografi politik, yaitu penulisan tokoh-tokoh di negeri dari sudut politik. Dalam biografi semacam ini bahan-bahan biasanya dikumpulkan melalui riset. Namun, biografi ini kadang tidak lepas dari kepentingan penulis ataupun sosok yang ditulisnya.
  • Intelektual biografi, yaitu biografi yang disusun melalui riset dan segenap temuan yang dituangkan penulisnya dalam gaya penulisan ilmiah.
  • Biografi jurnalistik/sastra, berisi sebuah materi penulisan yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dari tokoh yang akan ditulis atau yang akan menjadi sebuah rujukan sebagai pendukung penulisan. Ini lebih ringan karena cuma keterampilan dan wawancara.

4. Berdasarkan Penerbitannya


Jika dilihat dari sisi penerbit, biografi dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
  • Buku sendiri, penerbitan buku kategori ini dilakukan atas inisiatif penerbit dengan seluruh biaya penulisan, percetakan, dan pemasaran yang ditanggung oleh produsen. Biografi dengan jenis ini biasanya memuat kisah hidup tokoh-tokoh yang diperkirakan akan menarik perhatian publik.
  • Buku subsidi, untuk ongkos pembuatan buku dengan jenis ini sebagian dibiayai oleh sponsor. Biasanya pola ini dilakukan pada buku-buku yang diperkirakan dari segi komersial tidak akan laku atau kalaupun bisa dijual harganya sangat tinggi sehingga tidak terjangkau.

Kelebihan Dan Kekurangan Biografi


Berikut ini kelebihan biografi:
  • Merupakan teknik proyeksi yang banyak mengungkapkan tentang kehidupan batin seseorang.
  • Bagi konselor yang mendapat latihan khusus akan mudah mendpatkan gambaran jiwa klien secara keseluruhan.
  • Melalui teknik ini akan diperoleh pengertian tentang filsafat hidup seseorang, pandangan-pandangannya, cita-citanya dsb.
  • Gambaran mengenai aspek-aspek yang penting dalam hidup klien sangat berguna bagi konselor atau guru.
  • Riwayat hidup sangat berguna bagi kehidupan seseorang, karena dapat melukiskan perasaan dan tingkah lakunya sehingga ia lebih mengenal dirinya.
  • Kadang-kadang dengan menulis riwayat dapat menjadi alat untuk melegakan perasaan (katarsis).
Berikut ini kekurangan biografi:
  • Harus diinterpretasikan dalam hubungannya dengan data yang berasal dari sumber lain.
  • Dalam penulisannya riwayat hidup sangat tergantung pada kemampuan dan kecakapan individu dalam menulisnya.
  • Dibutuhkan kemampuan dan latihan serta pengalaman yang cukup matang bagi seorang konselor untuk mengerti atau memahami persoalan yang ada dibalik kalimat yang dituliskan.
  • Riwayat hidup bersifat subyektif.
Baca Juga: Pengertian Teks Eksposisi, Ciri-ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya

Demikianlah informasi singkat mengenai artikel diatas. Semoga dengan penjelasan diatas dapat memudahkan kalian dalam memahami materi terkait dengan biografi, dan kalian sudah bisa memulai untuk menuliskan biografi kalian sendiri. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.
Muhammad Furqan
Muhammad Furqan Mahasiswa Keperawatan | Website Designer | Vidio Editor