Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Instruction)

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Instruction)

Sijenius.com – Model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) ditemukan pertama kali oleh ahli kesehatan di McMaster University Kanada pada tahun 1660-an. Model ini diciptakan karena para siswa tidak mampu menerapkan sejumlah pengetahuan ilmiah dasar untuk situasi klinis. Model pembelajaran ini membuat siswa menjadi lebih mandiri, yang artinya ketika siswa belajar, maka siswa dapat memilih strategi belajar yang sesuai, terampil menggunakan strategi tersebut untuk belajar dan mampu mengontrol proses belajarnya, serta termotivasi untuk menyelesaikan apa yang dipelajarinya tersebut. Nah, makin penasarkan mengenai model pembelajaran yang satu ini?, mari simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Problem Based Instruction

Model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik yaitu penyelidikan yang membutuhkan penyelesaian nyata dari permasalahan yang nyata. Dengan adanya contoh permasalahan nyata bila diselesaikan secara nyata, memungkinkan siswa untuk memahami konsep bukan hanya sekedar menghafal konsep.

Model pembelajaran PBI ini adalah salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada pemrosesan informasi, yaitu menekankan pada peningkatan kemampuan siswa dalam memproses informasi, yang artinya bagaimana para siswa menangkan stimulus yang ada, dan menyimpannya sebagai informasi yang bermakna bagi dirinya dalam memori jangka pendek dan jangka panjang, serta kemampuannya menggunakan kembali informasi tersebut untuk kepentingan dalam menyelesaikan masalah.

Pengertian Problem Based Instruction Menurut Para Ahli

1. Ibrahim dan Nur

Menurut Ibrahim dan Nur (2000), model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) merupakan model pembelajaran yang menyajikan situasi masalah autentik dan bermakna kepada siswa, sehingga memberikan kemudahan bagi siswa dalam melakukan penyelidikan dan inkuiri.

2. Gulo

Menurut Gulo (2002), Model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) adalah salah satu model pembelajaran inkuiri, yakni suatu rangkaian kegiatan belajar mengajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelisiki secara sistematis, kritis, analitis, dan logis sehingga siswa dapat menemukan sendiri penemuannya dengan rasa penuh percaya diri.

3. Nurhadi dan Senduk

Menurut Nurhadi dan Senduk (2003) Model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sebagai konteks untuk belajar mengenai cara berfikir kritis dan keterampilan dalam memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi yang di pelajari.

4. Abbas dkk

Menurut Abbas dkk (2007), Model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) adalah salah satu dari banyaknya model pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam mengaktifkan siswa dalam proses belajar.

5. Arends et al

Menurut Arends et al (2007), Model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) merupakan model pembelajaran yang didasarkan atas pemahaman konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik.

Landasan Problem Based Instruction

Ibrahim dan Nur (2000), menyebutkan bahwasanya model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) adalah model pembelajaran yang berlandaskan atas tiga hal berikut:

1. Teori Dewey Dalam Kelas Demokratis

Menurut Dewey sekolah seharusnya mencerminkan masyarakat yang lebih besar dan kelas merupakan laboratorium untuk pemecahan masalah yang nyata. Dewey juga menganjurkan agar pembelajaran yang dilakukan di sekolah harus lebih bermanfaat. Manfaat terbaik dapat diperoleh siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan proyek yang menarik dan merupakan pilihan mereka sendiri.

2. Teori Konstruktivisme Piagget dan Vygotsky 

Piagget dan Vygotsky merupakan tokoh pengembang konsep konstruktivisme yang didasarkan pada teori kognitif Piagget. Pandangan konstruktivisme kognitif mengemukakan bahwa siswa dalam segala usia secara aktif terlibat dalam proses perolehan informasi dan membangun pengetahuan mereka sendiri. Mereka berpendapat bahwa, pedagogi yang baik adalah ketika melibatkan siswa pada situasi yang memberi kesempatan pada mereka untuk melakukan percobaan sendiri, mencoba memanipulasi tanda-tanda, simbol-simbol, bertanya, dan menemukan sendiri jawabannya, serta mencocokkan apa yang mereka lihat dan membandingkan temuannya dengan temuan siswa yang lain.

3. Teori Pembelajaran Penemuan Brunner 

Menurut Brunner, pembelajaran menekankan penalaran induktif dan proses inkuiri. Dalam teori tersebut dikenal adanya Scaffolding sebagai suatu proses dimana seseorang siswa dibantu oleh guru atau orang lain yang memiliki kemampuan lebih dalam menuntaskan masalah tertentu sehingga dapat melampaui kapasitas perkembangannya.

Ketiga teori diatas mendukung model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI), karena dalam teori tersebut menekankan bahwa dalam pembelajaran siswa dituntut untuk memperoleh pengetahuan sendiri. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh dengan cara mencari informasi untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi pelajarannya.

Karakteristik Problem Based Instruction

Menurut Arends dalam Trianto (2007: 69-70) bahwasanya pengembangan Problem Based Instruction (PBI) memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Pengajuan Pertanyaan atau Masalah

Model pembelajaran PBI menggunakan masalah yang berpangkal kehidupan nyata siswa di lingkungannya. Masalah yang diberikan hendaknya mudah dipahami siswa sehingga tidak menimbulkan masalah baru bagi siswa yang pada akhirnya akan menyulitkan siswa dalam menyelesaikannya, selain itu masalah yang disusun mencakup materi pelajaran yang disesuaikan dengan waktu, ruang, dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

2. Berfokus Pada Keterkaitan Antar Disiplin Ilmu

Apabila model pembelajaran PBI diterapkan pada pembelajaran mata pelajaran tertentu, hendaknya memilih masalah yang autentik sehingga dalam proses pemecahan setiap masalah melibatkan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan masalah tersebut.

3. Penyelidikan Autentik

Model pembelajaran PBI mengharuskan siswa untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah nyata melalui analisis masalah, observasi maupun eksperimen. Tiap-tiap siswa dapat mengumpulkan informasi dari berbagai sumber pembelajaran untuk menyelesaikan permasalahan, dan mengembangkan hipotesis terhadap penyelesaian masalah yang dikemukakan.

4. Menghasilkan Karya dan Memamerkannya

Model pembelajaran ini menuntut siswa agar dapat menghasilkan produk/karya tertentu dalam bentuk karya nyata atau artefak (poster, laporan, gambar, dll) dalam menjelaskan atau mewakili penyelesaian masalah yang mereka temukan, kemudia memamerkan produk tersebut.

5. Kerjasama

Model pembelajaran Problem Based Instruction memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat bekerjasama dalam kelompok kecil. Guru juga perlu memberikan bantuan minimal pada siswa, tetapi harus mengenali seberapa penting bantuan itu bagi siswa agar mereka lebih saling bergantung satu sama lain, daripada bergantung pada gurunya.

Jenis-Jenis Problem Based Instruction

Menurut Trianto (2009:92), terdapat empat jenis pembelajaran instruksi berbasis masalah (Problem Based Instruction), yaitu:
  1. Project Based Instruction (pembelajaran berdasarkan proyek), yaitu pembelajaran dengan pendekatan yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruksikan pembelajarannya.
  2. Experience Based Instruction (pembelajaran berdasarkan pengalaman), yaitu pembelajaran dengan pendekatan yang memperkenankan siswa untuk melakukan percobaan agar mendapatkan kesimpulan yang benar dan nyata.
  3. Authentic Learning (belajar otentik), yaitu pembelajaran dengan pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting dalam konteks kehidupan nyata.
  4. Anchored Instruction (pembelajaran bermakna), yaitu pembelajaran dengan pendekatan yang mengikuti metodologi dan memberikan kesempatan untuk pembelajaran bermakna.

Tahapan Problem Based Instruction

Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terdiri dari lima tahap utama yang dimulai dengan mengorientasikan siswa pada situasi masalah, dan diakhiri dengan menganalisis dan mengevaluasi hasil kerja siswa. Berikut ini penjelasan kelima tahapan tersebut:
  1. Tahap 1 (orientasi siswa kepada masalah). Pada tahap ini guru menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menjelaskan logistik yang dibutuhkan, serta memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilihnya. Pada tahapan ini siswa merumuskan masalah yang akan dipecahkan.
  2. Tahap 2 (mengorganisasi siswa untuk belajar). Pada tahap ini guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan masalah tersebut. Dan pada tahap ini siswa merancang pemecahan masalah sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan.
  3. Tahap 3 (membimbing penyelidikan individual maupun kelompok). Pada tahap ini guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan observasi/ eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Di tahap ini siswa berdiskusi berbagi informasi setelah mencari dan mengumpulkan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber untuk memecahkan masalah.
  4. Tahap 4 (mengembangkan dan menyajikan hasil karya). Pada tahap ini guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai, seperti laporan, poster, dan model yang membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. Di tahap ini siswa menampilkan karyanya/menjelaskan hasil kegiatan pemecahan masalahnya.
  5. Tahap 5 (menganalisis dan mengevaluasi). Pada tahap ini guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 

Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Instruction

Berikut ini Kelebihan model pembelajaran Problem Based Instruction:
  1. Model pembelajaran ini melibatkan siswa pada kegiatan belajar, sehingga pengetahuannya dapat dipahami dengan baik.
  2. Melatih siswa agar dapat bekerjasama dengan siswa lain.
  3. Dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber.
Berikut ini Kekurangan model pembelajaran Problem Based Instruction:
  1. Tujuan dari metode ini tidak dapat tercapai bagi siswa yang malas.
  2. Membutuhkan banyak waktu dan dana dalam menjalankannya.
  3. Tidak dapat diterapkan disemua mata pelajaran.

Daftar Pustaka

  • Ibrahim, M., & M. Nur. (2000). Pembelajaran Berdasar Masalah. Surabaya: UNESA-University Press.
  • Nurhadi., & AG. Senduk. (2003). Pembelajaran Kontekstual. Surabaya: Universitas Negeri Malang. 
  • Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
  • Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif - Progresif, Landasan dan Impementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:Kencana.

Baca Juga: Model Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovey Learning) 

Uraian diatas adalah penjelasan mengenai model pembelajaran Problem Based Instruction atau yang disingkat dengan PBI. Semoga artikel ini dapat membantu sobat memahami apa itu Problem Based Instruction dan apa saja komponen yang ada didalamnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Muhammad Furqan
Muhammad Furqan Mahasiswa Keperawatan | Website Designer | Vidio Editor