Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Kewirausahaan, Tujuan, Ciri-Ciri, Serta Faktor Pendorong dan Penghambatnya

Sijenius.com – Menjadi seorang wirausahawan sukses merupakan suatu hal yang sangat di idam-idamkan para pebisnis. Mereka yang menjadi wirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya. 
 
Pengertian Kewirausahaan, Tujuan, Ciri-Ciri, Serta Faktor Pendorong dan Penghambatnya
Kewirausahaan

Kewirausahaan yang merupakan kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk setiap masukan dan perubahan positif yang mampu membawa bisnis untuk terus tumbuh serta memiliki nilai. Nah, penasarankan bagaimana cara menjadi seorang wirausahawan sukses?, mari simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Kewirausahaan


Secara etimologi kewirausahaan berasal dari dua kata yaitu wira dan usaha. Wira berarti peluang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan memiliki watak agung. Sedangkan usaha berarti suatu kegiatan yang dilakukan terus menerus dalam mengelola sumber daya untuk menghasilkan barang atau jasa yang nantinya akan dijual demi mendapatkan keuntungan. Jadi dapat disimpulkan bahwasanya wirausaha adalah seorang pejuang yang menjadi teladan dalam bidang usaha.

Istilah kewirausahan sendiri merupakan padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa inggris. Sebenarnya Kata entrepreneurship ini berasal dari bahasa prancis yaitu entereprende yang memiliki pengertian petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Rihard Cantillon pada tahun 1755. Dan istilah ini menjadi semakin populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B Say pada tahun 1803 untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat yang lebih tinggi serta dapat menghasilkan lebih banyak lagi. 

Baca Juga: Pengertian Perdagangan Internasional, Jenis, Manfaat, Hambatan, Dan Faktor Pendorongnya

Tidak sedikit pengertian mengenai kewirausahaan yang saat ini muncul seiring dengan perkembangan ekonomi dengan semakin meluasanya bidang dan garapan. Menurut Coulter dalam bukunya yang berjudul “Entrepreneurship in Action” mengemukakan bahwa kewirausahaan sering dikaitkan dengan proses, pembentukan atau pertumbuhan suatu bisnis baru yang berorientasi pada perolehan keuntungan, penciptaan nilai, serta pembentukan produk atau jasa baru yang unik dan inovatif.

Suryana mengungkapkan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Adapun inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (creat new and different) melalui kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. 

Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli


1. Robbin & Coulter


Menurut Robbin & Coulter, kewirausahaan adalah proses dimana sesorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui suatu inovasi dan keunikan, tidak peduli dengan sumber daya apa yang saat ini dikendalikan.

2. Siswanto Sudomo


Menurut Siswanto Sudomo, kewirausahaan adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha dan oleh karena itu dapat diartikan sebagai sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh seorang wirausaha, kemampuan-kemampuan khusus yang dimiliki wirausaha, kegiatan atau tindakan yang dilakukan oleh seorang wirausaha, dan hasil karya atau dampak dari tindakan yang dilakukan oleh seorang wirausaha.

3. Thomas W Zimmerer


Menurut Thomas W Zimmerer, kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecagkan permasalahan dan upaya untuk memanfaatkan peluang-peluang yang di hadapi orang setiap hari.

4. Drs. Joko Untoro


Menurut Drs. Joko Untoro, kewirausahaan merupakan suatu keberanian untuk melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, berdasarkan kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

5. Peter F. Drucker


Menurut Peter F. Drucker, konsep dari kewirausahaan merujuk pada sifat, watak, dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang memiliki kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh.

6. Achmad Sanusi


Menurut Achmad Sanusi, kewirausahaan merupakan nilai yang diwujudkan dalam sebuah perilaku yang kemudian dijadikan sebagai dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis.

7. Masyukur Wiratmo


Menurut Masyukur Wirtmo, kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang memiliki nilai berbeda dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi, dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa finansial dan kepuasan pribadi.

8. Eddy Soeryanto Soegoto


Menurut Eddy Soeryanto Soegoto, kewirausahaan merupakan usaha kreatif yang dilakukan berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

9. Salim Siagian


Menurut Salim Siagian, kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, memberikan pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat dengan selalu berusaha mencari pelanggan yang lebih banyak dan memberikan pelayanan yang lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas, dan inovasi serta kemampuan manajemen.

Tujuan Kewirausahaan


Kewirausahaan merupakan proses mengindentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi kedalam kehidupan. Visi tersebut berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalakan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Berikut ini tujuan kewirausahaan:
  • Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas.
  • Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  • Membudayakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
  • Menumbuhkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.

Ciri-Ciri Seorang wirausaha yang Baik


Agar menjadi seorang wirausaha yang baik, sobat harus mengetahui beberapa ciri-ciri wirausaha berikut ini.

1. Percaya Diri


Percaya diri merupakan suatu panduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi pekerjaan atau tugas yang harus mereka kerjakan. Kepercayaan diri menjadi landasan yang kuat untuk meningkatkan karsa dan karya seseorang. Orang dengan kepercayaan diri yang baik, memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sistematis, berencana, efektif, dan efisien.

Seperti halnya percaya diri dalam menentukan sesuatu, percaya diri dalam menjalankan sesuatu, percaya diri bahwa kita dapat mengatasi berbagai resiko yang dihadapi merupakan faktor yang mendasar yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha merasa yakin bahwa apapun yang dikerjakannya akan berhasil walaupun harus menghadapi berbagai rintangan. Tidak selalu dihantui rasa takut akan kegagalan sehingga membuat dirinya optimis untuk terus maju.

2. Kepemimpinan


Setiap orang pastinya memiliki sifat kepemimpinan dalam dirinya masing-masing dan sifat tersebut juga harus melekat pada diri seorang wirausahawan. Wirausahawan ialah seseorang yang akan memimpin jalannya sebuah usaha, wirausahawan harus mampu memimpin pekerjaannya karena kepemimpinan merupakan faktor kunci menjadi seorang wirausahawan yang sukses.

3. Beorientasi Ke Masa Depan


Seseorang yang memiliki orientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan. Meskipun terdapat resiko yang mungkin terjadi, ia tetap tabah untuk mencari peluang dan tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausahawan tidak cepat puas dengan karya dan hasil yang sudah mereka miliki saat ini.

4. Berani Mengambil Resiko


Kemauan dan kemampuan untuk menghadapi resiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausahawan yang tidak mau mengambil dan menghadapi resiko akan sukar untuk memulai atau berinisiatif. Angelita S. Bajaro menjelaskan bahwasanya seorang wirausahawan yang berani menanggung resiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik.

5. Kreativitas dan Inovasi


Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan gagasan dan menemukan cara baru dalam melihat permasalahan dan peluang yang ada. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk mengaplikasikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan dan peluang yang ada untuk lebih memakmurkan kehidupakan masyarakat. Jadi kreativitas adalah kemampuan menciptakan gagasan baru, sedangkan inovadi adalah melakukan sesuatu yang baru. Menurut Hardvards Theodore Levit kreatifitas dan inovasi lebih mengarah pada konsep berfikir dan bertindak yang baru.

6. Beorientasi Pada Tugas dan Hasil


Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada keberhasilan, ketekunan, ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik, dan berinisiatif. Berinisiatif berarti selalu ingin mencari dan memulai.

Dalam kewirausahaan, paluang hanya diperoleh apabila terdapat inisiatif. Pelaku inisiatif ini biasanya diperloeh melalui pelatihan dan pengalaman selama bertahun-tahun, dan pengembangannya diperoleh secara disiplin diri, berfikir kritis, tanggap, dan semangat berprestasi.

Faktor Pendorong dan Penghambat Kewirausahaan


Ada beberapa faktor yang mendorong dan menghambat kewirausahaan, faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

1. Faktor Pendorong Keberhasilan Kewirausahaan


Keberhasilan dalam berwirausaha ditentukan oleh tiga faktor, yaitu:

a. Kemampuan dan kemauan


Orang yang tidak memiliki kemampuan, tetapi memiliki banyak kemauan dan orang yang memiliki kemauan, tetapi tidak memiliki kemampuan, keduanya tidak akan menjadi wirausahawan yang sukses. Sebaliknya, orang yang memiliki kemauan dan diikuti dengan kemampuan akan menjadi orang yang sukses.

b. Tekad yang kuat dan kerja keras


Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat, tetapi memiliki kemauan untuk bekerja keras dan orang yang suka bekerja keras, tetapi tidak memiliki memiliki tekad yang kuat, keduanya tidak akan menjadi wirausahawan yang sukses. Intinya kerja keras harus diiringi dengan tekad yang kuat, dengan demikian kita akan mampu menggapai apa yang kita inginkan.

c. Kesempatan dan peluang


Setiap ada solusi pasti ada peluang, namun sebaliknya tidak ada solusi maka tidak akan ada peluang. Peluang ada jika kita menciptakan peluang itu sendiri, bukan mencari-cari atau menunggu peluang itu datang.

2. Faktor Penghambat Keberhasilan Kewirausahaan


Selain keberhasilan, ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan wirausahawan gagal dalam berwirausaha, yaitu:
  • Tidak kompeten dalam hal manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengelola usaha merupakan faktor utama yang menyebabkan perusahaan kurang berhasil.
  • Kurangnya pengalaman baik itu dalam hal kemampuan teknik, memvisualisasikan usaha, mengoordinasikan, mengelola sumber daya manusia maupun mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Untuk menjadikan sebuah perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor utama yang harus diperhatikan dalam keuangan adalah memelihara aliran kas, mengatur pengeluaran dan pemasukan secara cermat. Adanya kekeliruan dalam pemeliharaan aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan. Perencanaan adalah titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan, maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  • Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang kurang strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
  • Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisien dan efektifitas. Kurangnya pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan peralatan perusahaan secara tidak efisien dan tidak efektif.
  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Memiliki sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal.
  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan.
Baca Juga:
Uraian diatas merupakan penjelasan ringkas mengenai kewirausahaan, Semoga dapat membantu kalian dalam berwirausaha, dan jadilah seorang wirausahawan tangguh. Semoga bermanfaat.
Muhammad Furqan
Muhammad Furqan Mahasiswa Keperawatan | Website Designer | Vidio Editor