Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Apa Itu Bisnis Startup?, Pengertian Serta Perkembangannya Di Indonesia

Apa Itu Bisnis Startup?, Pengertian Serta Perkembangannya Di Indonesia – Halo sobat jenius, pernahkah kalian mendengar kata Startup?. Startup merupakan istilah yang terdengar asing di telinga namun sangat familiar pada kalangan bisnis era digital saat ini. Perkembangan teknologi yang sangat cepat berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
 
Apa Itu Bisnis Startup?, Pengertian Serta Perkembangannya Di Indonesia
Bisnis Startup
 
Berbagai perusahaan baru muncul khususnya dibidang ekonomi, startup menjadi salah satu jenis perusahaan yang paling banyak dibicarakan orang. Berbagai ide baru yang diciptakan perusahaan startup mampu mengendalikan bisnis elektronik dunia. Dan sudah banyak startup indonesia yang berhasil membuktikan kesuksesan mereka sampai ke tingkat dunia. Nah, pada penasarah kan apa sebenarnya makna di balik kata startup?, ayo kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Startup 

Istilah startup berasal dari bahasa inggris yang berarti “The act or process of starting a process or machine; a new organization or business venture” dalam bahasa indonesia berarti “tindakan atau proses untuk memulai sebuah proses, sebuah organisasi baru atau usaha bisnis”. 
Startup merupakan sebuah perusahaan rintisan, atau perusahaan yang belum lama beroperasi. Menurut Ries (2011) startup adalah institusi manusia yang dirancang untuk menciptakan produk atau jasa ditengah ketidakpastian yang ekstrem. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwasanya startup ialah sebuah perusahaan baru yang dirancang untuk menemukan model bisnis yang tepat untuk perusahaannya agar dapat bertahan ditengah ketidakpastian yang ekstrem.

Pengertian startup diatas memang sulit dipahami karena secara terminologi. Kalo diartikan secara simplenya startup berarti sebuah perusahaan baru yang sedang dikembangkan. Startup sendiri mulai berkembang pada tahun 1998 – 2000, yang mana istilah startup sering dikaitkan dengan teknologi, internet, web, dan lainnya yang berhubungan dengan ranah tersebut. 


Biasanya startup terdiri dari satu hingga delapan orang, yang sebagian besar merupakan developer yang bersatu untuk menciptakan codebase atau aplikasi yang manfaatnya mereka tawarkan kepada dunia. Codebase atau aplikasi tersebut dapat diakses melalui web, dijalankan pada PC Windows, Linux ataupun Mac, dan juga dapat dijalankan di smartphone.

Sejarah Singkat Perkembangan Bisnis Startup


Startup mulai berkembang pada tahun 90-an hingga tahun 2000, yang mana pada waktu itu istilah startup sering dikaitkan dengan teknologi, internet, web, dan lainnya yang berhubungan dengan ranah tersebut. Istilah startup mulai terkenal secara internasional pada masa dot-com bubble (gelembung dot-com).

Apa itu masa dot-com bubble?. Fenomena dot-com bubble atau yang kadang-kadang disebut juga gelembung teknologi informasi merupakan gelembung spekulasi yang terjadi antara tahun 1998-2000 ketika bursa saham dinegara-negara industri mengalami kenaikan nilai ekuitas secara tajam berkat pertumbuhan industri sektor internet dan bidang-bidang yang terkait.

Pada tahun 1990 pertumbuhan internet mulai pesat yang ditandai dengan teknologi world wide web yang semakin maju setelah dirilisnya versi pertama penjelajah web Mosaic. Karena banyaknya perusahaan yang membuka website pribadinya, makin banyak pula orang yang mengenal internet sebagai ladang baru memulai bisnisnya. Pada waktu itulah, startup lahir dan berkembang.

Ronald Wirdha dari TemanMacet.com mengatakan bahwasanya startup bukan hanya sebuah perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk, namun juga bisa mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat berupa usaha mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yang lebih besar dan mapan.

Sebuah perusahaan disebut startup apabila perusahaan tersebut masih dalam tahap berkembang. Perusahaan tersebut belum memiliki dana yang besar dan hanya dijalankan oleh beberapa orang. Banyak karakteristik dari startup yang dapat diambil. Beberapa karakteristik perusahaan startup diantaranya :
  • Perusahaan berusia kurang dari 3 tahun, yang berarti masih dalam tahap walah suatu perusahaan digital.
  • Pegawai berjumlah kurang dari 20 orang, karena pastinya pada awal pengembangannya startup hanya memiliki segelintir orang saja yang berada dibalik berdirinya perusahaan tersebut.
  • Pendapatan kurang dari $100.000/tahun, belum banyak keuntungan yang didapatkan karena masih dibutuhkan biaya untuk pengembangan startup.
  • Masih dalam tahap perkembangan.
  • Pada umumnya bergerak dibidang teknologi, karena penggunaan aplikasi merupakan salah satu contohnya.
  • Produk yang dibuat umumnya berupa aplikasi dalam bentuk di`gital atau yang lainnya.
  • Biasanya beroperasi melalui website atau media sosial.
Jika dilihat dari beberapa karakteristik diatas, dapat disimpulkan bahwasanya startup lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan informasi. Namun faktanya memang demikian, kini perkembangan perusahaan yang diberi nama startup adalah perusahaan yang berkenaan dengan dunia teknologi dan informasi.

Faktor Kesuksesan Sebuah Bisnis Startup


Bill gross melakukan riset dengan melakukan analisis 200 startup yang sukses dan gagal dari startup yang berada didalam idealab dan beberapa startup di luar idealab seperti Uber, AirBnb, YouTube, dan lainnya. Bill mengungkapkan ada lima faktor yang menentukan kesuksesan sebuah startup, kelima faktor tersebut diantaranya timing, tim, idea, bisnis model, dan funding. Berikut ini penjelasannya.

1. Timing


Timing adalah pemilihan waktu atau momentum yang tepat untuk melakukan sesuatu. Timing menjadi faktor utama yang sangat penting dalam startup, dan hal itu telah dibuktikan oleh sejumlah startup yang sukses. Bill memberikan contoh bagaimana timing sangat mempengaruhi startup.

Pertama adalah AirBnb, banyak orang beranggapan tidak akan ada orang yang akan mau menyewakan rumah mereka ke orang asing, anggapan itu ternayata salah. AirBnb muncul di saat orang-orang sangat memerlukan pendapatan tambahan dan salah satu cara yang disediakan oleh AirBnb adalah dengan menyewakan tempat tinggil mereka. Kedua adalah UBER, Bill mengungkapkan bahwa UBER muncul saat kebutuhan akan transportasi sangat tinggi dan juga banyak supir yang ingin mendapatkan pendapatan tambahan.

2. Tim


GILT sebuah perusahaan situs belanja diskon adalah contoh dari sebuah startup yang sepenuhnya mengandalkan tim. Kevin Ryan, Founder GILT menambahkan dua co-founder yang kemudian mengubah masa depan perusahaan, kehadiran Alexis Mayback, salah seorang founding member eBay, memberikan GILT jaringan bisnis untuk menjangkau merek-merek terkenal agar bergabung dengan situsnya.

Alexandra Wilson, yang sebelumnya bekerja di Louis Vuitton dan Bvlgari memiliki keterampilan negosiasi dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi sebuah E-Commerce yang sukses. GILT berhasil mencapai US$30 juta dalam tahun pertamanya. Kisah GILT menggambarkan dengan jelas pentingnya tim bagi sebuah startup. Kualitas tim merupakan salah satu tolak ukur penting untuk mempercayakan modalnya dalam perusahaan tersebut atau tidak. Oleh karena itu, tim menempati urutan kedua dalam faktor kesuksesan startup setelah timing.

3. Model Bisnis


Model bisnis merupakan suatu model yang menjelaskan tentang bagaimana suatu perusahaan bergerak dalam mencapai keuntungan. Model bisnis ibarat sebuah kendaraan yang dibangun oleh perusahaan dalam rangka mengantar mereka ke tempat tujuan. Sebuah startup memerlukan model bisnis yang tepat untuk meningkatkan daya saing dan mencapai tujuan akhirnya.

Faktor pendukung kesuksesan startup adalah model bisnis yang baik. Tiga keuntungan memiliki model bisnis yang baik, yaitu mampu memberikan pandangan kepada perusahaan mengenai bagaimana respon pasar terhadap produk yang dimiliki, melemahkan daya saing perusahaan kompetitor, dan mendorong terjadinya persekutuan dengan perusahaan kompetitor (mutualisme) dalam menciptakan produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar. Keuntungan-keuntungan tersebut mampu menjadi kunci bagi perusahaan dalam memenangkan persaingan di pasar.

4. Idea


Sebuah bisnis startup pastinya memiliki banyak ide-ide yang kreatif. Sekitar 98% kesuksesan sebuah bisnis startup dihasilkan dari eksekusi ide yang ada. Pengalaman dari tim sangat penting sebagai latar belakang mereka mengeksekusi ide-ide yang bermunculan. Startup yang sukses selalu memanfaatkan kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik dengan ide-ide yang muncul, sekalipun ide tersebut dapat dikatakan tidak mungkin untuk dilakukan. Karena mereka akan belajar dari setiap kesalahan yang mereka lakukan dan memperbaikinya secepat mereka belajar untuk mencapai kesuksesan.

5. Funding


Rekanan bisnis dan investor mengetahui bahwa organisasi sebuah perusahaan berkaitan erat dengan kesuksesannya. Jika perusahaan memiliki organisasi yang buruk, pihak luar tidak akan mempercayai. SDM startup yang baik, kualitas tim berbanding lurus dengan minat invetor untuk menanam modal selain nama besar perusahaan. Bill mengungkapkan bahwa startup sekarang sangat mudah memperoleh investasi. Asalkan mereka memiliki tim dan traksi yang kuat, mendapat investasi bukanlah hal yang mustahil.

Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia


Indonesia sebagai negara yang muncul pada tengah gelombang era globalisasi yang semakin pesat dan termasuk pertumbuhan yang sangat signifikan di Asia Tenggara. Di indonesia sendiri penggunaan istilah startup sudah digunakan sejak tahun 2000-an dan banyak startup yang dihasilkan oleh pemuda Indonesia dan masih bertahan sampai sekarang.

Maraknya pertumbuhan startup di Indonesia diikuti oleh pertumbuhan internet dari tahun ke tahun. Penggunaan teknologi dan digitalisasi turut mengintervensi dan mengubah paradigma bisnis model konvensional. Kehadiran startup yang menyandang unicorn hingga decacorn turut meramaikan suasana ekosistem digital di Indonesia.

Menurut data yang dilansir oleh startup rangking, pada tahun 2019 Indonesia memiliki 2102 startup dan menduduki posisi kelima terbanyak di dunia. Angka ini menunjukkan lonjakkan yang begitu cepat dan masih akan tetap tumbuh secara menjanjikan. Semakin maraknya pertumbuhan ini akan mendorong UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan dunia usaha untuk menuju digitalisasi yang masif.

Melihat perkembangan startup di Indonesia yang atraktif, pemerintah ikut turut andil memberikan perhatian secara khusus, baik secara finansial maupun dalam hal meningkatkan sumber daya manusia. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Gerakan 1000 startup digital yang nantinya akan melahirkan bakal industri digital startup. Melalui gerakan tersebut para calon founder akan dibina melalui beberapa tahapan proses mulai dari penanaman paradigma sebagai wirausaha digital hingga strategi peluncuran produk yang siap digunakan dan menjadi solusi dalam masyarakat.

Pemerintah turut mendampingi dan memberikan pengawasan hingga startup siap untuk mendapatkan pendanaan awal (seed funding). Dengan demikian dapat tercipta kewirausahaan dan ekosistem startup di Indonesia dan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi digital sebagai tujuan mewujudkan Indonesia sebagai energi digital di Asia Tenggara. 

Baca Juga: 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai bisnis startup, semoga dengan penjelasan ini sobat dapat memahami apa itu bisnis startup. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Bisnis Startup?, Pengertian Serta Perkembangannya Di Indonesia "